Cerita Dewasa Gadis ABG Masih Perawan

Posted on

Cerita Dewasa Gadis ABG Masih Perawan – Cerita ini ketika aku mempunyai teman ABG yang masih sekolah SMA dan tentunya masih peawan ting-ting. Wajahnya yang Cantik dan punya bokong Seksi buat siapapun yang melihatnya pasti mlongo. Penasaran kah? mari kita lanjutt…

Ini cerita dari teman sebut saja namanya Nina dia adalah teman dari Lia , biasa seperti sore hari aku santai di depan teras rumah sambil ngopi dan maenan hp, aku melihat Lia sedang bersama teman temannya di depan rumahku,

“lho baru pulang sekolah ya Lia” sampai jam segini baru pulang lama banget hehe”
“iya mas , disekolah ada tambahan pelajaran gitu”
“owww ya ya ya jawabku denga santai”
“Terus bawa temen banyak mau ada acara apa?” tanyaku lagi.
“Mau belajar kelompok mas, eh kenalin dong mas temen-temen Lia” Lia menyuruhku kenalan sama teman-temannya.
“Ini mas Doni namanya” sahut Lia.
Salah satunya ya si Nina itu, uh cakep juga si Nina ini masih kecil tapi bodinya udah mantap, beda ma temen lainnya. Dalam hati aku terpesona liat si Nina.
“Mas, Lia kedalem dulu ya”
“Oh iya. Belajar yg akur ya” kataku sambil tersenyum, lalu Lia masuk kerumahnya.
Malam harinya aku ke rumah Lia karena emang aku sudah biasa main kesitu. Aku ngobrol dan becanda-becanda sama Lia.

Foto Hot Cerita Dewasa Gadis ABG Masih Perawan
Foto Hot Cerita Dewasa Gadis ABG Masih Perawan

“Eh, temen Lia yg namanya Nina tadi manis juga ya?”
“Kenapa mas? naksir ya?” dasar si Lia ga bisa jaim dikit,ceplas-ceplos
“Lia punya nomer telponnya ga? mas minta ya?”
Lia pun masuk kekamar dan keluar membawa handphone, ni cari aja sendiri yg dinamain Nina ya mas” kata Lia, aku langsung catet nomornya si Nina.
“Udah mas?” tanya Lia.
“Udah nih, makasih ya, besok mas beliin coklat deh”
“Bener ya mas!” kata Lia bersemangat karena coklat emang kesukaan dia banget.
Tanpa berlama-lama aku coba sms si Nina,
“Hei Nina lagi ngapain? masih inget aku ga? tadi aku yg dikenalin Lia waktu kamu
maen dirumahnyaa”
Eh si Nina pun membalas sms ku
“Oh iya Nina masih inget dong, kan baru tadi.. hehe…” sms pun berlanjut terus.
Sehari, dua hari, tiga hari aku dan Nina smsan, aku coba iseng ngajak dia keluar. Tidak kusangka dia mau aku ajak keluar. hari minggu aku sama Nina janjian ketemu dan kami pun jalan-jalan muter-muter kota pake motor. Tidak terasa hari sudah sore, sudah waktunya pulangin si Nina. Tepat di jalan masuk gang dekat rumahnya Nina bilang
“Udah mas nyampe sini aja nganternya!”
Aku tanya “Kenapa? mas ga boleh tau rumah Nina ya?”
“Gak pa pa kok mas lain waktu kan bisa”
“Oh ya udah, besok maen lagi ya?” ajakku.
“Iya mas” jawab Nina.
Selang beberapa hari, Nina maen kerumah Lia. Aku kebetulan ada di depan rumah Lia.
“Eh mas Doni, Lia ada dirumah ga mas?” tanya Nina.
“Oh tadi ada di belakang, masuk aja”
Sekalian saja aku minta dia mampir ke kost ku “Ntar mampir ke tempat mas ya”
Dia cuma senyum-senyum. Aku masuk ke kamar kost dan tiduran sambil dengerin musik dari komputer aku, kebetulan waktu itu anak-anak kost pada pergi entah kemana jadi kost sepi banget kayak kuburan. Sambil tiduran otak ngeresku jalan, membaygkan si Nina ada di kamarku dan aku bisa have a fun sama dia berdua di kamar. Gak nahan bodinya, masih kecil tapi dah montok semua, depan belakang mantap.
Saat setengah tertidur, terdengar ada suara dari luar memanggil namaku.
“Mas… mas Doni…”
Aku bangun dari kasur dan keluar, aku kaget ternyata si Nina yg ada di depan.
“Nina, ada apa? Lia ga ada ya?” tanyaku.
“Ada kok mas, tadi cuma bentar dirumah Lianya. Sekarang Nina boleh maen di sini ga mas?”
“Oh, tentu boleh dong.. masa ga boleh”
Dalam hati aku pun berkata “pucuk di cinta Nina pun tiba”
Kami pun masuk ke dalam rumah kost. Rumah kost aku emang disediain tempat buat terima tamu tapi jarang dipake karena biasanya anak-anak kalo terima tamu langsung di kamar masing-masing, lebih santai katanya.
“Nina mau di sini aja apa di dalem?” aku coba tawarin ke Nina.
“Udah disini aja mas” jawabnya. Cerita Seks ABG Perawan
Kami pun ngobrol ini itu, saat asik ngobrol becanda, aku pun mulai nakal pegang-pegang tangan Nina, lalu aku beraniin cium pipinya. Nina kaget, wajahnya berubah jadi kemerahan karena malu.
“Ih mas kok nakal sih” kata Nina sambil mukul-mukul aku.
Aku pegang tangannya dan aku cium pipi yg satunya, wajah Nina pun makin memerah. Aku elus pipinya dan mau aku cium bibirnya,
“Gak mau ah mas” katanya.
Tapi aku tetep maksa cium dia dan akhirnya bibir manisnya berhasil aku lumat perlahan, Nina pun memejamkan mata menikmati ciuman dariku. Aku tambah bernafsu menciumi bibir Nina dan mulai memainkan lidahku. Beberapa saat kami berciuman, aku lepas ciumanku.
“Nina, di kamar aja yuk!” ajakku.
“Nanti takut ada orang liat kalo disini”
Nina cuma diam dgn wajah yg masih malu-malu. Aku gandeng tangannya masuk ke kamar kost ku dan pintu aku kunci.
“Kok dikunci pintunya mas?” tanya Nina polos.
“Gak pa pa” jawabku.
Aku lanjutin ciumin bibir Nina sambil mendekap tubuhnya dan mulai meraba bodinya, meremas pantatnya. Saat aku coba meraba susunya,dia mencoba menahan tanganku tapi karena kalah kuat dgnku, aku tetap saja berhasil meraba dan meremas-remas susunya sambil terus berciuman.
Tangan Nina masih mencoba menahan tanganku meraba kedua susunya. Lama berciuman aku rebahin tubuh Nina di kasur dan aku menindih tubuhnya. Aku lepas ciuman di bibirnya,mulai menciumi lehernya, meremas lembut susunya kiri kanan, aku coba buka kancing bajunya tapi Nina mencegah.
“Jangan mas..!”
Tapi tetap saja aku paksa buka kancing bajunya satu persatu sehingga terlihat penygga susunya yg berwarna putih lalu perlahan kulepas bajunya. Aku buka pengait branya sambil menciumi bibir dan leher Nina dan melepas bra dari tubuh Nina. terlihat payudara Nina masih sangat indah,kencang dgn puting kecil berwarna kemerahan.
Nina hanya memejamkan matanya dan menggigit bibirnya sendiri saat aku mulai menjilati puting dan meremas susunya, terus bergantian kanan kiri dgn meninggalkan tanda merah bekas cupanganku. Nina pun semakin menikmati cumbuan itu, susunya pun terasa mengeras tanda dia telah terangsang, terdengar desahan-desahan lirih dari bibirnya, kedua tangannya menjambak rambutku.
“Eemhh… ukhh… masss…”
Aku lepas baju juga celana pendekku, tinggal celana dalam saja yg kelihatan tidak muat menampung penisku yg sudah berdiri dari tadi.
“Ih mas, kok dilepas semua?”
“Udah sempit nih Nina” jawabku.
Aku kembali menindih tubuh Nina dan kali ini aku cium lembut mulai dari kening berlanjut kedua matanya dan pipinya, kembali melumat bibirnya,lehernya, susunya lalu turun ke perut. Desahan Nina terdengar kembali,
“Eehhh… mass… mmmh…”
Lama aku bermain di daerah susu dan perutnya, aku coba buka kancing dan resleting celana Nina.
“Mas jangan mas.. Nina ga mau..” cegah Nina tegas.
Aku coba ngertiin Nina dan kembali menciumi bibirnya. Setelah dua kali mencoba dan ga diijinin, sambil aku lumat bibirnya tangan kananku kembali mencoba membuka resletingnya, ternyata kali ini Nina hanya diam dan merelakan aku melepas celana panjangnya. Sekarang kami berdua hampir bugil dgn hanya memakai celana dalam. Aku ciumin pahanya, perutnya, susunya, bibirnya dan menindih tubuh Nina lagi, kali ini aku gesek-gesekkan penisku ke memek Nina sambil bermain lidah di mulut Nina.
Nina sedikit mengangkangkan kakinya sehingga aku gampang menggesekkan penisku. Cukup dgn gesek-gesekan alat kelamin, aku kembali menciumi leher, susunya lalu perut dan akhirnya sampai ke memek Nina yg masih tertutup celana dalam. Nina menggeliat keenakkan dan meremas rambutku dgn keras waktu aku ciumin bagian memeknya.

Cerita Dewasa Gadis ABG Masih Perawan

“Eeehh… mhh… masss… ahhh…”
Beberapa saat aku sudahi ciumi memek Nina dan melepas celana dalam aku.Nina masih terbaring di kasur.
“Nina.. mas pengen diciumin kaya mas ciumin punya Nina tadi dong” pintaku merayu, Nina menggNinagkan kepalanya.
“Ayo dong Sayaang” rayuku.
“Nina belom pernah mainan itu mas” jawabnya.
“Sekarang Nina coba deh…”
Aku deketin penisku ke wajah Nina,
“Ayo Sayaang!!” rayuku lagi.
dgn malu-malu Nina memegang penisku dan dgn ragu Nina menciumi penisku.
“Uuh.. enak Sayaang.. sedot Sayaang…”
Nina pun mulai terbiasa dan tau apa yg harus diperbuat, Nina mengocok penisku di mulutnya. Beberapa saat Nina mengulum penisku, dia bilang,
“Mas, udah ya mas..”
“Iya Sayaang” jawabku”
Kini giliranku lagi membuat Nina keenakkan. Aku cium bibirnya dan menciumi memeknya lagi. Nina mendesah keenakkan,
“Ehhhmm.. mmmhh…”
Saat Nina sedang terbuai, aku lepaskan celana dalamnya. Tubuh Nina yg tanpa penutup apa-apa itu benar-benar bikin aku ga tahan, putih, bersih dan mulus. Bagian memeknya baru mulai ditumbuhi rambut-rambut halus keliatan seksi banget.
Aku lumat lagi bibir Nina sambil tanganku mengelus-elus memeknya, aku pijit lembut klitorisnya. Aku beralih mencium dan memainkan lidah di memeknya, aku gigit ringan klitorisnya, Nina menggeliat dan menjambak rambutku dgn keras.
“Masss… Nina mau kee.. luu.. ar…”
Nina mendapatkan orgasme pertamanya, memeknya basah dgn cairan yg keluar.
“Aakhhh… ehhhmmm…” Nina terus mendesah karena orgasmenya.
“Nina mau yg lebih enak lagi?” tanyaku setengah merayu.
“Gimana mas?” tanya Nina polos.
“Caranya mas masukin punya mas ke memek Nina”
“Gak mau ah mas, kan belom boleh.. sakit katanya mas” jawabnya.
“Gak kok ga sakit.. enak banget malah” rayu setanku.
Nina hanya diam, dan aku mulai mencumbunya lagi.
“Mas masukin sekarang yah” bisikku di telinganya.
Kakinya aku kangkangin, terlihat wajah ragu Nina saat aku arahkan penisku ke memeknya, aku cium dulu kening dan bibir Nina. Aku gesek-gesekkan penisku ke memek Nina yg masih basah oleh cairan orgasmenya dan memulai penetrasikan penisku sedikit demi sedikit, memeknya terasa sempit banget walau baru kepala penisku yg masuk ke lubang senggamanya, aku keluarin penisku dan penetrasi lagi lebih dalam.
“Mas saakit mas…” rintih Nina.
Aku cabut penisku yg belum ada setengahnya masuk ke lubang memek Nina. Aku cium lagi bibir Nina
“Tahan ya Sayaang…” bisikku.
Kembali aku penetrasikan penisku perlahan lebih dalam dan lebih dalam lagi, terlihat darah keluar dari memek Nina. Nina menjerit kesakitan, Cerita Sex ABG Perawan
“Aaakhh… saakittt mas…”
Kini penisku benar-benar ditelan dan terasa terjepit lubang senggama Nina. Terlihat setitik air mata mengalir dari sudut matanya. Wajah Nina masih menahan sakit karena keperawanannya robek oleh penisku. Aku diam beberapa saat agar Nina mampu menguasai sakit di memeknya sambil menciuminya.
Setelah dia agak tenang, aku mulai menarik dan mendorong penisku, maju mundur perlahan. Aku terus mengocokkan penisku di memeknya perlahan, terasa lubang senggama Nina sudah bisa menerima penisku, aku percepat gerakan penisku. Nina pun sudah tidak lagi merintih kesakitan tapi berbalik mulai merasakan kenikmatan.
“Aakhhh… ukhh…mass… akhh…” desah Nina keenakan.
Aku ciumi bibir Nina sambil terus mengocok penisku di memeknya.
“Uukhhh… aakhhh… ehhmm…” desahan nikmat kami berdua.
Nina mendekap erat tubuhku
“Nina mau keluar lagi” bisiknya.
Terasa cairan hangat menyemprot kepala penisku, Nina orgasme yg kedua kali. Penisku terus keluar masuk di memek Nina. Beberapa saat setelah Nina orgasme yg kedua, aku merasa sudah hampir mencapai orgasme. Aku mempercepat gerakan penisku.
“Mas udah mau keluar Nina”
“Aakhhh… Nina jugaa…”
Ternyata Nina orgasme duluan. Merasa sudah di pucuk, aku cabut penisku dan menumpahkan spermaku di perut Nina.
“Aakhh… mmmmhh…”
Kami berdua terkulai berdampingan, aku menyeka keringat di kening Nina dan mengecupnya.
“Makasih ya Sayaang” bisikku.
Nina hanya tersenyum kecil. Aku membersihkan sperma di tubuh Nina yg terkulai lemas dan darah di memeknya dgn handuk kecil.
“Bobo aja bentar Sayaang, nanti mas bangunin” kataku.
Tak lama Nina pun terlelap dan aku tutupi tubuhnya dgn selimut. Aku pandangi wajah Nina, memang manis banget anak ini, beruntung banget aku bisa dapetin dia. Waktu sudah menunjukkan jam lima sore, aku cium pipi Nina buat bangunin dia.
“Bangun Sayaang udah sore” kataku.
Nina pun bangun. Saat akan berdiri Nina masih merasa perih di memeknya.
“Aakhh…” rintih Nina sambil menggigit bibirnya.
Nina perlahan mengenakan semua pakaiannya kembali.
“Kamar mandi mana mas?” tanya Nina.
“Oh itu dibelakang” kataku sambil menunjuk kamar mandi.
Terlihat Nina berjalan pelan menahan sakit di kemaluannya menuju kamar mandi. Setelah selesai dari kamar mandi Nina pamit pulang.
“Mas Nina pulang dulu ya, udah sore banget” katanya.
“Iya, Nina jangan lewat depan rumah Lia ya, lewat samping aja” saranku.
Sebelum pulang aku cium lagi kening dan bibir Nina
“Jangan bilang siapa-siapa ya Sayaang” bisikku, Nina hanya mengangguk.
“Hati-hati ya Nina”  TAMAT.

Itulah Kisah tentang Cerita Dewasa Gadis ABG Masih Perawan Semoga dengan Kisah seks ini kalian semua merasa bahagia dan lebih bersemangat lagi yaaa.. wooyoo

Baca Juga :

Cerita Sex Pelacur Haus Kenikmatan

Cerita Populer

  • cerita dewasa abg
  • cerita sex lia
  • kisah ml dgn abg
  • Poto dan cerita abg perawan seks

One thought on “Cerita Dewasa Gadis ABG Masih Perawan

Comments are closed.