Cerita Sex Pelacur Seksi Haus Kenikmatan

Posted on

Cerita Sex Pelacur Seksi Haus Kenikmatan – Cerita ini kisah nyata ku seorang Pelacur Seksi yang sedang mencari kenikmatan para om om genit dan berduit.. mari kita simak ceritanya..

Usiaku yg masih muda dgn 2 orang anak, bodyku bisa dibilang masih seksi karena profesiku sebagai pelacur aku harus berpenampilan menarik, sebelumnya aku ingin memperkenalkan diriku namaku Indah , aku termasuk seorang pelacur yg kelasnya udah tinggi, dimana yg orang yg memakai tubuhku tidak murah untuk ST aja 1 juta, langsung saja ke ceritaku.

Jelasnya, sebelum kunci kamar tempat berlangsungnya permainan dikunci. Short play berlangsung 1 jam, paling lama 3 jam, tergantung stamina customer. Kalau sesudah 1 jam, sudah merasa capai, dan tidak memiliki lagi kekuatan untuk ereksi, apalagi untuk ejakulasi, artinya permainan sudah usai.
Semua kesepakatan ini tertulis dalam tata cara pemakaian tubuh atau jelasnya lagi tata cara persewaan kemaluan saya. Ini sudah penghasilan bersih, sudah merupakan take home pay.

Foto Hot Cerita Sex Pelacur Seksi
Foto Hot Cerita Sex Pelacur Seksi

Saya tidak mau tahu soal sewa kamar, minum, makan malam dan sebagainya. Semua aturan ini saya buat dari hasil pengalaman menjadi pelacur selama 3 tahun (saya berniat berhenti menjadi pelacur dua tahun lagi, bila modal saya sudah cukup).
Saya tidak pernah diskriminasi, apakah pembeli saya itu seorang pejabat atau konglomerat. Pokoknya ada uang kemaluan saya terhidang, tak ada uang silakan hengkang. More money more service, no money no service.
Biasanya para langganan yg sudah ngefans betul pada saya masih memberi tips. Setelah persetubuhan selesai, saya akan menanyakan, “Bapak (atau Mas) puas dgn layanan saya?” Jawabnya bisa macam-macam.
“Luar biasa!” mengatakan demikian sambil menggelengkan kepalanya. Atau ada yg menganggukkan kepala,
“Biasa!”. Tetapi ini yg sering, tanpa berkata sepataHPun memberikan lembaran ratusan ribuan dua atau tiga lembar. Untuk tarip long-play atau all night, tergantung kesepakatan saja, namun tidak akan kurang dari enam ratus dolar. Itu tentang tarip. Cerita Dewasa Pelacur HOT
Sekarang tentang service. Saya akan menuruti apa saja yg diminta oleh pelanggan (customer) selama hal itu tidak merusak atau menyakiti tubuh saya atau tubuh pelanggan.
dgn mulut, oke, begitu juga mandi kucing atau mandi susu yaitu memijati tubuh pelanggan dgn buah dada saya yg putih dan montok, juga oke-oke saja. Tetapi bersetubuh sambil disiksa, atau saya harus menyiksa pasangan saya, saya akan menolak.
Tiga tahun menjadi pelacur telah memberikan pengalaman hidup yg besar sekali dalam diri saya. Saya mempunyai buku catatan harian tentang hidup saya. Saya selalu menulis pengalaman persetubuhan saya dgn bermacam-macam orang, suku bangsa bahkan dgn laki-laki dari bangsa lain (Afrika, India, Perancis, dan lain-lain).
Tetapi kalau selama tiga tahun saya menggeluti profesi saya itu lahir dua orang anak manusia, (masing-masing berumur 2 tahun 3 bulan dan satunya lagi 1 tahun), tentunya saya tidak bisa bahkan tidak mungkin mengetahui siapa bapak masing-masing anak itu.
Cobalah dihitung, kalau dalam seminggu saya disetubuhi oleh minimal 10 orang, dalam 1 bulan ada 30 orang yg memarkir kemaluannya di kemaluan saya (1 minggu saat menstruasi, saya libur).
Tetapi ini tidak berarti anak itu tanpa bapak. Resminya anak itu adalah anak Pak Hendrik (nama samaran). Dia adalah boss tempat saya secara resmi bekerja. Seorang notaris dan sekarang sedang merintis membuka kantor pengacara.
Pekerjaan resmi (pekerjaan tidak resmi saya adalah pelacur) ini cocok dgn pendidikan saya. Saya, mahasiswa tingkat terakhir Fakultas Hukum salah satu universitas swasta, jurusan hukum perdata. Tetapi nantinya saya kepingin menjadi notaris, seperti Pak Hendrik ini.
Sebetulnya saya ditawari Pak Hendrik untuk menangani kantor pengacara yg akan didirikannya tadi. Tetapi saya tidak mau. Menurut persepsi saya (mudah-mudahan persepsi saya salah) dunia peradilan di negeri kita masih semrawut.

Cerita Sex Pelacur Seksi Haus Kenikmatan

Mafia, nepotisme, sogok, intimidasi masih kental mewarnai dunia peradilan kita. Dari yg di daerah sampai ke Mahkamah Agung (ini kata majalah Tempo loh). Tetapi sudahlah itu bukan urusan saya. Lalu darimana saya kenal dgn Pak Hendrik? Itu terjadi pada tahun pertama saya menjadi pelacur.
Waktu itu saya hamil 2 bulan. Kebetulan Pak Hendrik mem-booking saya. Setelah selesai menikmati tubuh dan kemaluan saya sepuasnya, saya muntah-muntah. Itu terjadi waktu saya bangun pagi. Dia bertanya apa saya hamil.
Saya jawab iya. Lalu dia bertanya siapa bapaknya. “Ya entahlah”, jawab saya. Waktu itulah dia menawari pekerjaan untuk saya, kesediaan untuk secara resmi menjadi suami saya dan tentunya melegalisir bayi yg akan saya lahirkan.
Saya tidak tahu bagaimana dia mengurus tetek bengeknya di kantor catatan sipil dan bagaimana dia dapat menjinakkan isterinya. yg jelas setelah itu tiap hari Selasa dan Kamis saya berkantor di kantor Pak Hendrik.
Lalu apa keuntungan Pak Hendrik? Ya pasti ada. Tiap hari Selasa dan Kamis, dia akan sarapan kedua. Mulai dari menciumi, meraba-raba badan dan buah dada, dan terakhir menyutubuhi. Kadang-kadang saya malah tidak sempat bekerja karena selalu dikerjai oleh suami saya tersebut. (Bangunan yg dipakai sebagai kamar kerja Pak Hendrik dan saya terpisah dgn bangunan untuk ruang kerja stafnya).
Wajah saya memang cantik. Tinggi dan berat serasi, bahkan berat badan di atas angka ideal, namun terkesan seksi. Buah dada cukup besar, tetapi tidak kebesaran seperti perempuan yg menjalani operasi plastik dgn mengganjal buah dadanya dgn silikon.
Kata orang saya cukup seksi tetapi dari sikap dan penampilan sehari-hari juga terkesan cerdas. Singkat kata, kalau ada perempuan laku disewa Rp 1,6 juta sekali pakai, baygkan sendiri bagaimana penampilan, penghidangan dan rasanya. Baiklah terakhir saya ceritakan tentang pengawal saya, atau bodyguard saya.
Namanya Dodi. Saya biasa memanggilnya Dik Dodi, karena memang usianya baru 21 tahun, tiga tahun lebih muda dari saya. Orangnya tinggi, atletis dgn potongan rambut cepak, dan penampilannya seperti militer.
Konon katanya, sehabis lulus SLTA Dodi pernah mengikuti tes masuk di AKMIL, tetapi jatuh pada tes psikologi tahap 2. Orangnya sopan (asli dari Klaten, Jawa Tengah) dan disiplin, dia juga sangat loyal pada saya (saya sudah sering mengetes kesetiaannya tersebut).
Dodi sudah saya anggap adik sendiri. Menjadi sopir pribadi, mengurus pembayaran kontrak, mengatur waktu kerja, melindungi dari berbagai pemerasan oknum keamanan dan sebagainya, pokoknya seperti sekretaris pribadi.
Hanya saja dia tidak tinggal serumah dgn saya. Saya kontrakkan dekat dgn rumah saya. Selain itu dia masih mengikuti kuliah di Universitas Terbuka, Fakultas Hukum. Lalu berapa gajinya? Itu rahasia perusahaan.
Tetapi yg jelas, sebagai seorang penjaga putri cantik, atau penjaga kebun wisata, sekali waktu dia saya beri kesempatan untuk mencicipi atau menikmati keindahan kebun itu. Mula-mula dia memang menolak.
Itu terjadi pada suatu malam minggu di rumah. Dia saya panggil, saya minta dia memijati badan saya. Dia menurut. Saya hanya mengenakan gaun malam tipis dgn celana dalam dan BH yg siap dilepas.
Mula-mula kaki saya dipijatnya pelan-pelan, enak sekali rasanya. Rasanya tangannya berbakat untuk memijit. Kemudian naik ke betis, yg kiri kemudian yg kanan.
“Dasternya ditarik ke atas saja Dik Dodi”, kata saya waktu dia mulai memijat bokong.
Saya sengaja memancing nafsu seksnya sedikit demi sedikit. Sementara nafsu saya sudah mulai terbangun dgn pemijatan pada bokong tadi. Bokong saya diputar-putar, dan nafsu seks saya semakin bertambah.
Terus pemijatan pada pinggang, lalu punggung. Pada pemijatan di punggung kancing BH saya lepas, sehingga seluruh punggung dapat dipijat secara merata tanpa ada halangan.
Waktu Dodi memijat leher, dia terlhat sangat berhati-hati. Setelah saya membalikkan badan, Dodi akan memulai memijat dari kaki. Tetapi saya mengatakan agar dari atas dulu.
Rupanya dia bingung juga kalau dari atas mulai darimana kepala atau leher, padahal dada saya sudah terbuka sehingga kedua bukit kembar yg putih dan kekar itu terbuka dan merangsang yg melihatnya. Belum sampai dia menjawab pertanyaan saya, saya sudah mengatakan..
“Dik Dodi, Mbak Indah dicium dulu yach!”
“Ach enggak Mbak jangan.”
“Lho kenapa? Dik Dodi nggak sayaang sama Mbak ya?”
Tanpa menunggu jawaban, saya sambar leher Dodi, saya peluk kuat-kuat, saya cium bibirnya. dgn kedua kaki saya, tubuhnya saya telikung, saya sekap. Dia terlihat gelagapan juga. Lama leher dan kepala Dik Dodi dalam dekapan saya.
Rasanya seperti mengalahkan anak kecil dalam pergulatan karena Dik Dodi ternyata diam saja. Baru setelah lima menit, Dik Dodi memberikan perlawanan. Pelukan saya lepaskan. Dia mulai mencium lembut pipi saya, turun ke dagu, lalu dada, di antara kedua buah dada saya. Cerita Seks dengan Pelacur
Disapunya dgn bibirnya semua daerah sensitif di sekitar mulut, dada dan leher. Saya menikmati benar ciuman ini. Apalagi setelah bibirnya turun ke bawah di sekitar pusat, pangkal paha dan sekitar kemaluan saya.
Tanpa saya sadari tubuh saya meliuk-liuk, mengikuti dan menikmati rangsangan erotis yg mengalir di seluruh tubuh. Kemaluan saya mulai basah, menanti sesuatu yg akan masuk. Setelah puas diciumi, saya berbisik..
“Dik Dodi, masukkan sekarang kemaluannya ya! Saya sudah nggak tahan..”
Dia lalu berdiri dan mulai melepaskan, baju, celana, kaus baju dan terakhir celana dalamnya. Kini penisnya terlihat utuh putih kehitaman, dgn semburat urat-urat kecil di sekitar pangkalnya. Ujungnya seperti ujung bambu runcing, lebih panjang bagian bawah. Penis itu mencuat ke atas, membentuk sudut lebih kurang 30 derajat dgn bidang horisontal.
Pelan-pelan penis itu mulai ditelusupkan di antara bibir kemaluan saya. Setelah itu ditarik secara pelan-pelan. Kemaluannya dan kemaluan saya dapat diibaratkan dua kutub magnit, pergesekannya membangkitkan arus listrik yg merambat dari kemaluan keseluruh tubuh, juga dari kemaluannya dan memberikan rasa nikmat yg sangat kepada pasangan yg sedang ber-charging tersebut. Gosokan kemaluan Dodi yg semakin cepat membuat seluruh tubuh saya seperti terkena listrik. Kemaluan saya terasa berdenyut meremas kemaluan Dodi.
Saya orgasme, dan ini terulang lagi beberapa kali, multi orgasme. Makin lama rangsangan itu semakin meningkat. Bersetubuh dgn Dodi memang saya rasakan agak lain. Biasanya saya bersikap meladeni kepada para pelanggan, tetapi dgn Dodi saya seperti diladeni, dipuaskan rasa haus saya.
Gerakan keluar-masuk kemaluannya yg lambat, ciuman disekitar buah dada yg terkadang diselingi dgn menghisap-hisap putingnya, dan reaksi menggeliat-geliatnya tubuh saya, seperti suatu pertunjukkan slow motion yg mengasyikkan. Dan ketika saraf tubuh saya tak lagi kuat menampung muatan listrik itu, saya berbisik..
“Dik Dodi, tembak sekarang ya!” Dan Dodi mempercepat gesekan kemaluannya, sampai pada puncaknya kakinya mengejang. Bersama itu pula saya peluk kuat-kuat tubuh Dodi.
Inilah puncak persetubuhanku dgn Dodi. Teman-teman, sekian dulu perkenalan saya yg panjang lebar.

Itulah Kisah Nyata Cerita Sex dengan Pelacur Seksi Haus Kenikmatan semoga bisa bermanfaat bagi kalian pasangan muda suami istri yang baru belajar.

Baca Juga :

Cerita Seks Ayam Kampus Berjilbab

Cerita Populer

  • cerita sex pelacur
  • cerpen sek pelacur
  • cerita sexual pelacur
  • cerita sex seorang pelacur
  • acerita sex pelacur
  • cerita seks pelacur hot
  • cerita pelacur ml
  • cerita pelacur
  • cerita dewasa lonte
  • www cerita sex pelacur com

One thought on “Cerita Sex Pelacur Seksi Haus Kenikmatan

Comments are closed.